- Kenapa Allah yang Maha-tahu/omniscient itu tidak mencegah ketika Adam melanggar perintahnya? Kenapa Allah yg Maha tahu itu membuat rancangan yang demikian? Apakah rancangan Allah memang begitu dari semula? Bahwa Ia tahu Adam akan melanggar laranganNya? Bahwa iblis akan berhasil membujuk Hawa? Bahwa dunia akan seperti sekarang adanya?
- Dan kenapa Allah yang Maha pengampun (oft-forgiving) itu tidak mengampuni saja perbuatan mereka? Toh itu baru pertama kali pelanggaran yang mereka buat. Bukannya harus 7x70 kali mengampuni.
“Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan PERUMPAMAAN, Aku mau mengucapkan HAL YANG TERSEMBUNYI sejak dunia dijadikan.” (Mazmur 78:2)
OMNIPOTENT OF GOD (Part 2)
THE ORIGIN OF SOUL (Part 1)
Ketika ada pertanyaan : “Dari mana janin itu memperoleh Roh?”, pastilah menjawab : “Itu dari Allah!”. Benar, itu dari Allah, tapi pernahkah kita berpikir lebih lanjut, bagaimana duduk perkaranya? Baiklah kita ulas sedikit teori yang membahas hal ini, yang ternyata sudah menjadi perdebatan dari jaman dulu di kalangan theolog. Ada 3 teori yg mengulas tentang bagaimana manusia memperoleh Roh (Origin of Soul).
KERAJAAN ALLAH
Setelah saya mengulas tentang peristiwa di Kerajaan Allah, maka sekarang akan saya membahas mengenai apa yg di maksud dengan “Kerajaan Allah?”, Terlebih dahulu akan saya kutip beberapa ayat yang memberi gambaran tentang Kerajaan Allah :
PUASA
Saat kita puasa, kita menekan hal kedagingan untuk memenangkan hal Rohani. Interaksi dari Roh dan daging adalah melalui jiwa yg terwujud dalam pikiran, emosi, serta kemauan/penolakan (negatif dan positif). Jadi pada hakekatnya puasa adalah membawa jiwa kepada kehendak/kendali dari Roh. Ketika seseorang di kuasai oleh nafsu, emosi dan ketergantungan akan pemuas badan, berarti jiwanya di kuasai oleh daging dan ketika daging mejadi begitu begitu kuat, maka dominasi Roh akan jiwa melemah, sehingga ia tidak berdaya untuk menahan keinginan daging. (Roh tidak mendapat tempat/bagian dan kesempatan).
ORANG GUNUNG DAN ORANG PANTAI
Ada sekelompok orang dalam suku terpencil yang tinggal di daerah pantai. Kehidupan sehari-harinya adalah menangkap ikan. Laut dan pantai adalah dua pemandangan yang sangat di kenalnya. Sebagian besar hidupnya di habiskan untuk melaut.
Pada suatu hari datanglah beberapa orang asing ke daerah tersebut dengan mengendarai harimau loreng, dan gajah jantan. Mereka di sambut dengan curiga dan heran oleh masyarakat pantai itu. Orang-orang itu memperkenalkan dirinya sebagai “orang-orang atas”, karena mereka berasal dari lereng gunung yang jauh dari pantai itu. Dengan membawa beberapa bakul buah-buahan beraneka ragam dan beberapa potong daging buruan, mereka bermaksud untuk menukarkannya dengan beberapa bakul ikan. Orang-orang pantai yang belum pernah melihat berbagai buah-buahan dan daging buruan itu tentu saja tertarik dan setuju untuk mengadakan pertukaran.
PERUMPAMAAN TENTANG MUTIARA BERHARGA
Matthew 13:45, 46, KJV.“Again, the kingdom of heaven is like unto a merchant man, seeking goodly pearls: Who, when he had found one pearl of great price, went and sold all that he had, and bought it.”
“Kerajaan Allah adalah seperti pedagang yang mencari mutiara yang indah, di saat ia menemukan satu mutiara yang sangat bagus, dia menjual segala yang dia punya, dan membeli mutiara itu.”
Subscribe to:
Posts (Atom)



